Monday, September 7, 2015

Apakah Baptisan = Pengampunan Dosa?

Apakah Baptisan = Pengampunan Dosa?


Pdt. yang baik,
Dalam kehidupan berjemaat seringkali pemahaman tentang Baptisan itu berbeda-beda, tidak sedikit yang berpendapat bahwa baptis sama dengan pengampunan dosa sehingga orang yang sudah dibaptis pasti masuk surga, yang menjadi pertanyaan saya:
  1. Apakah benar baptisan dapat menyelamatkan orang?
  2. Di GKI Pondok Indah ada Sakramen baptisan anak, apakah di dalam Alkitab ada pengajaran tentang baptisan anak/bayi?
Mohon penjelasan, atas pencerahan dari Bapak saya mengucapkan terima kasih.
S di Jakarta
Pdt. Rudianto Djajakartika:
Sdr. S yang baik, salam dari tempat yang jauh.
Baptisan jelas tidak dapat menyelamatkan orang berdosa. Keselamatan dan pengampunan hanya didapatkan melalui percaya kepada-Nya (Yohanes 3:16). Tentu kalau kita percaya kepada-Nya kita akan mengakui dosa kita, mohon pengampunan-Nya dan melakukan segala perintah-Nya termasuk di dalamnya adalah minta dibaptiskan. Dalam Alkitab, perintah Yesus tentang baptisan berkaitan dengan menjadi murid-Nya (Mt. 28:19). Tentu orang yang menjadi murid-Nya adalah orang yang diampuni dosanya bukan? Tetapi baptisan itu sendiri tidak menghadirkan pengampunan. Baptisan justru dilakukan oleh orang yang sudah diampuni, dengan tujuan:
  1. Ia memproklamasikan imannya kepada yang lain (jemaat)
  2. Ia menyatakan diri menjadi bagian dari persekutuan orang percaya. Karena itu orang yang dibaptis lalu dicatat sebagai anggota gereja.
  3. Baptisan sebagai simbol kehadiran Allah dalam diri-Nya sekarang dan selamanya dan sekaligus simbol pengampunan segala dosanya.
  4. Baptisan adalah simbol komitmennya untuk hidup baru dan terus membaharui dirinya.
Jadi baptisan tidak boleh diabaikan karena punya banyak makna dan tentu karena baptisan juga adalah perintah-Nya. Masa kita percaya kepada-Nya (Yesus) tetapi tidak melaksanakan perintah-Nya? Namun orang percaya yang belum sempat dibaptis (bukan tidak mau dibaptis) tetap diselamatkan dan diampuni dosanya. Misalnya penjahat yang di sebelah salib Yesus. Kepadanya Yesus berkata: “Hari ini engkau bersama Aku di dalam Firdaus” (Lk. 23:43).
Bagaimana soal baptisan anak? Memang ajaran tentang baptisan anak tidak muncul secara eksplisit dalam Alkitab tetapi juga tidak ada larangan yang eksplisit, kecuali pertanyaan sudahkah anak-anak itu percaya kepada-Nya? Dapatkah seorang anak (apalagi masih bayi) percaya kepada-Nya? Mungkin pertanyaan yang paling dekat dengan baptisan adalah “Sudahkah anak-anak itu menjadi murid-Nya, bila orangtuanya adalah murid-Nya”? Jika anda menjawab ya, atau orangtua yang akan membaptis anaknya menjawab ya, jangan ragu untuk membaptiskan anak. Kenapa? Karena baptisan berkaitan erat dengan persoalan ‘menjadi murid-Nya’ (Mt. 28:19).
Selain itu, baptisan anak juga punya akar di perjanjian lama, yaitu tradisi sunat. Allah membuat perjanjian dengan Abraham. Dan anak-anak yang lahir dalam keluarga Abraham ikut masuk dalam perjanjian itu. Tandanya adalah sunat (Kej. 17:1-13). Dalam perjanjian baru tradisi sunat diganti dengan baptisan. Tidak perlu lagi ada darah diteteskan (melalui sunat) karena darah Kristus sudah cukup untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Nah, karena baptisan punya kesejajaran dengan tradisi sunat, kalau zaman dulu anak-anak ikut dalam perjanjian orangtuanya melalui sunat, mestinya dalam perjanjian baru anak-anak ikut dalam keselamatan orangtuanya melalui baptisan anak.
Tentu yang mengaku imannya bukan anak yang dibaptis tetapi orangtuanya. Dengan pengakuan itu, sekaligus sang orangtua berjanji untuk mendidik anaknya dalam iman yang dipegangnya. Nanti setelah anak itu dewasa, mereka harus menyatakan imannya secara pribadi melalui Sidi. Nah, semoga para orangtua tidak ragu lagi untuk membaptiskan anaknya.

Sumber:
http://gkipi.org/apakah-baptisan-pengampunan-dosa/



2 comments:

  1. jadi apakah baptisan anak itu benar?
    sementara di (kisah 2:38;Kisah 13:24) mengatakan "BERTOBAT dan MEMBERI DIRI" artinya apakah anak2 sudah benar paham apa itu dosa dan anak2 sudah cukup dewasa untuk mengambik keputusan untuk dibaptis :) #hanya_pandangan_pribadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada waktu itu orang tersebut baru masuk Kristen setelah mendengar pemberitaan Injil oleh Petrus. Karena dia baru dengar setelah tua, maka saat itu juga dia dibaptis, tetapi bagaimana dengan anak orang ini, apakah menunggu tua dulu seperti bapaknya baru dibaptis? Baptisan anak dilakukan sebagai keikutsertaan dalam Perjanjian Anugerah untuk memohonkan anugerahNya. Bertobat bukanlah sekedar tindakan manusia, tetapi setelah Allah melalui Roh Kudus mengubahkan dan membaharui hati manusia, sehingga dia dapat berpaling dan berbalik kepada Allah. Soal baptisan ini terserah kepada gereja-gereja di mana seseorang itu digembalakan.

      Delete